Kelatansaan

ISBN*: Dalam proses pengajuan ISBN
Judul: Kelatansaan
Penulis: Dr. KH. Soleh, S. Ag, M.M.

Sinopsis:
Buku ini merupakan karya akademik yang lahir dari refleksi panjang seorang pendidik dan pemimpin perguruan` tinggi dalam menerjemahkan visi pendiri Universitas La Tansa Mashiro (UNILAM), Banten, ke dalam sebuah bangunan kurikulum yang koheren dan berakar. KELATANSAAN bukan sekadar buku teks Pendidikan Agama Islam (PAI); ia adalah upaya konseptual untuk merumuskan world view Islam yang membumi, integratif, dan relevan bagi generasi Muslim di era kontemporer.

Judul KELATANSAAN merujuk pada nama institusi La Tansa Mashiro yang secara etimologis merupakan iqtibash dari dua penggalan ayat Al-Qur’an: “La Tansa” (jangan engkau lupakan) diambil dari QS. Al-Qashash: 77, dan “Mashiro” (tempat kembali) dari QS. Al-A’la: 17. Perpaduan dua frasa ini membentuk sebuah prinsip filosofis yang menjadi poros seluruh buku: bahwa manusia Muslim wajib mengelola kehidupan duniawi secara bertanggung jawab tanpa melupakan orientasi ukhrawi sebagai tujuan final. Nama ini sekaligus menolak dikotomi antara agama dan dunia, sebuah penolakan yang dioperasionalkan secara menyeluruh dalam kerangka akademik dan pedagogis buku ini.

Secara struktural, buku ini disusun dalam tujuh bab yang membangun argumen secara sistematis. Bab pertama, Ke-Latansaan, meletakkan fondasi filosofis dan aksiologis berupa enam prinsip dasar: berorientasi ketuhanan, berorientasi jangka panjang, berprinsip kebaikan universal, bersungguh-sungguh (itqan), beristikamah, dan berlandaskan ihsan. Bab kedua hingga keempat membahas tiga pilar utama keislaman secara berurutan: ke-Islaman (rukun Islam dan dimensi spiritualnya), ke-Imanan (rukun iman dan implikasi sosialnya), serta ke-Ilmuan (epistemologi Islam dan urgensi ilmu pengetahuan di era digital). Bab kelima mengkaji kemanusiaan dari perspektif Islam, termasuk konsep fitrah, dimensi kebertuhanan manusia, dan peran perempuan dalam pembentukan karakter generasi.

Bab keenam, Ke-Indonesiaan, menelaah relasi Islam dan kebangsaan dalam konteks demokrasi, populisme agama, dan tantangan radikalisme. Bab ketujuh, Membangun Peradaban, merangkum visi besar seluruh buku: peradaban yang bermartabat dibangun melalui sinergi individu yang beretika, institusi yang berintegritas, dan negara yang menegakkan keadilan.

Share your love

Berlangganan Informasi Terbaru

Masukkan surel untuk mendapatkan informasu terbaru dari kami

slot gacor DEWAVIP77 slot gacor